« Home | Doing CDM Portal »
vote me please..
5/21/2006
Voting, penilaian berdasarkan suara terbanyak, jika berdasarkan objectivitas oke oke aja, namun ada satu kendala pada kebanyakan system voting dalam suatu penilaian, penjurian, dimana voting tersebut sudah lari pada kepentingan pribadi like, dislike karena tidak bisa disangkal pada sebagian mentalitas masih terselip azas suka dan tidak suka jadi lepas dari faktor tekhnis dan objectivitas.
Maraknya system voting dalam sebuah penjurian baik itu via sms, atau websites, seperti contohnya Indonesian Idol, AFI, Dream band sampe Dai Cilik, KDI (kontes Dandgdut TPI), Beauty Pageant, Band Gelo TPI, dan lain lainnya.
lalu apa peranan juri..??? decision maker kah..???? atau hanya sebagai commentator dari voting yang masuk..???
Sementara terkadang karena faktor X tadi tekhnis yang baikpun akan terabaikan karena sudah tertutup oleh suka dan tidak sukanya apalagi kalau sudah lari ke kepentingan pribadi, comercial atau sebagainya dalam hal ini provider sms akan mendapatkan benefit tentunya karena banyaknya orang memberikan voting via sms misalnya. Bagi mereka yang sudah susah payah bangun suatu karya dengan tekhnis sebaik baik apapun akan percuma kalau gak punya koneksi, gak punya banyak teman dan kenalan yang bisa dihubungi untuk memberikan suara pada karyanya tersebut. Sepertinya system voting oke saja jika ditunjang juga dengan penilaian yang lainnya, dalam hal ini dewan juri tentunya yang mengerti dan faham benar akan event tersebut, yang nantinya voting adalah merupakan masukan buat dewan juri sebagai decision maker untuk memberikan penilaian yang tentunya berdasarkan segi tekhnis global dan kriteria event lomba, serta sudut sudut penilaian lainnya. Akan lebih baik lagi jika voterpun memberikan polling mereka lepas dari like dislike, suka atau tidak suka, tidak disertai emosional kepentingan pribadi, benar benar objective, bisa memandang lebih bijak, juga diberi kesempatan untuk menjelaskan alasannya kenapa dia memberikan suaranya pada peserta A misalnya.



<< Home