kugenggam selamanya
6/09/2006
Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku.Mobil pengantin berhenti di depan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu
keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2.
Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, aku terjun ke dunia
usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai di rumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri.
Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh
perubahan yg tidak kusangka2.
Liz hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Liz yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartement yg kubelikan untuknya.
Liz berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yg
menarik para gadis."
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku akan istriku.
Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."
Berpikir tentang ini, aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku.
Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Liz dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, OK? Aku ada sedikit urusan dikantor."
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas di pikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
baca selengkapnya



<< Home